Bijak dalam Mengkonsumsi Gula, Hindari Penyakit Diabetes

Jika ada pertanyaan “Apakah Anda?” bagaimana kita harus menjawabnya? Apakah bisa dijawab hanya dengan nama atau profesi? Kita adalah manusia yang terdiri dari triliunan sel di dalam tubuh yang saling membentuk jaringan dan sistem organ. Sel-sel dalam tubuh manusia secara berkala akan regenerasi, yaitu terjadi pergantian antara sel yang lama dengan sel berikutnya. Kualitas sel baru bergantung pada apa yang kita konsumsi. Sehingga jawaban atas pertanyaan di atas bisa menjadi : “Kita adalah apa yang kita makan.”

Untuk menghasilkan sel yang baik bisa didapat dari makanan yang baik pula. Yaitu makanan yang bernutrisi dan mengandung gizi seimbang. Jenis makanan yang kurang baik apalagi jika dikonsumsi berlebihan dapat merusak sel-sel di dalam tubuh. Sel bisa mati atau berubah menjadi sel tidak normal yang juga dikenal sebagai kanker. Maka dari itu penting sekali untuk mengkonsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayuran dan buah, serta secukupnya gula, garam dan lemak.

Pada sebuah acara komunitas perempuan, dr. Gia Pratama menyampaikan bahwa hasil RISKESDAS tahun 2018 menunjukkan angka penderita penyakit diabetes yang meningkat drastis di seluruh provinsi di Indonesia dibandingkan tahun 2013. RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) merupakan potret atau gambaran kondisi kesehatan per 5 tahun yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Meningkatnya angka penyakit diabetes salah satunya disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini lebih sering mengkonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi.

dr. Gia Pratama

Masalahnya diabetes dan komplikasinya dapat menyebabkan penyakit tidak menular lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, stroke dan sebagainya. Sehingga penyakit-penyakit ini pun mengalami lonjakan yang sama di seluruh provinsi dan membutuhkan dana dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sebesar 11 Triliun pada tahun 2019.

Bukan berarti kita sama sekali dilarang mengkonsumsi gula. Boleh namun jumlahnya harus dibatasi. Fungsi gula atau glukosa di dalam tubuh adalah sebagai sumber energi. Ketika glukosa dikonsumsi oleh manusia, pankreas akan memproduksi insulin agar glukosa dapat dibagikan kepada sel-sel di seluruh tubuh termasuk otot. Pada saat glukosa dihantarkan ke otot sementara saat itu otot sedang tidak bekerja karena tubuh tidak pernah berolahraga maka otot akan menolak. “Pada akhirnya glukosa akan menumpuk pada daerah yang tidak ada batasannya, yaitu di bawah kulit,” jelas dr. Gia Pratama. Bayangkan jika terdapat glukosa yang berlebihan di dalam tubuh, maka penyakit diabetes akan segera menghampiri.

Hindari penyakit diabetes dengan lebih bijak dalam mengkonsumsi gula. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan tabel “Informasi Nilai Gizi” yang terdapat pada makanan dan minuman kemasan. Bahwa jumlah takaran gula maksimum untuk orang dewasa adalah 50 gram atau 4 sendok makan per hari. Pada kemasan produk akan terdapat informasi takaran gula yang terkandung di dalam makanan atau minuman tersebut, perhatikan apakah jumlahnya masih dibawah batas maksimum. Kemudian perhatikan juga jumlah takaran saji per kemasan. Jika komposisi gula 20 gram dan jumlah sajian perkemasan adalah 2 takaran saji, maka artinya dalam satu kemasan mengandung 40 gram gula.

Tentunya bukan hanya makanan dan minuman kemasan saja yang harus diperhatikan. Dalam sehari sudah berapa banyak teh atau kopi yang dikonsumsi menggunakan gula, serta makanan dan minuman kekinian yang memiliki kadar gula tinggi. Agar tidak terjadi penumpukan glukosa di bawah kulit kita, ada baiknya gaya hidup dilengkapi dengan berolahraga teratur setidaknya 3 kali dalam seminggu.

-Dz-

Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest