Siapa di sini yang tidak kenal dengan Frank & co.? Label perhiasan yang telah hadir sejak tahun 1996 ini resmi membuka kembali gerai pertamanya di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, pada Minggu (5/10/2025).
Dalam sesi perkenalan pembukaan toko, General Manager Frank & co., Rolly Soesanto, mengungkapkan bahwa pembukaan kembali gerai yang telah berusia 30 tahun ini menampilkan wajah baru yang lebih elegan dan modern. Desain yang diusung kali ini mengangkat tema “Your Legacy. The Proof of Your Timeless Love.”
“Dengan wajah baru yang elegan dan modern, kami melangkah ke era baru yang semakin memperkuat legacy (warisan) Frank & co. sebagai bukti cinta yang abadi, sesuai dengan tema yang kami usung,” ujar dia di lokasi.
Menariknya, proses peremajaan gerai pertama Frank & co. ini dilakukan melalui kolaborasi bersama tiga wanita hebat di bidangnya masing-masing. Yuni Jie, desainer interior, Stella Rissa, desainer seragam Frank & co., Ajeng Martia Saputri, pelukis The True Jewels of Life.
Dalam sesi diskusi dengan rekan media, Rolly Soesanto menekankan pentingnya langkah kolaboratif dalam mendukung inovasi yang berkelanjutan. Sebab, sebuah warisan tidak tercipta dengan sendirinya.
“Lagacy itu tidak tercipta oleh satu pihak saja, melainkan lahir dari perjalanan bersama yang penuh dedikasi, kreativitas, dan cinta. Perpaduan kolaboratif ini menciptakan cinta yang abadi,” tuturnya.
Desain Interior yang Timeless
Sebagai desainer interior, Yuni Jie menyampaikan bahwa visinya ketika mendapatkan kesempatan untuk mendesain gerai Frank & co. adalah untuk menciptakan suasana yang abadi, elegan, dan berkelas.
“Konsep desainnya sejalan dengan filosofi berlian, yaitu timeless (abadi) dan leisure luxury. Dan yang paling penting, harus tidak lekang oleh waktu. Delapan hingga sepuluh tahun ke depan, konsepnya masih akan relevan dengan pengunjung dan selera masa depan,” ungkap Yuni.
Di tengah ruangan yang harmonis, dibuat bentuk lingkaran konsentris yang terletak tepat di bawah area lampu utama, dekat area lounge. Elemen ini sengaja dirancang selaras, mengikuti bentuk tambang berlian sebuah simbol keabadian dan kesempurnaan yang menjadi inspirasi utama desain interiornya.
“Kemudian ada juga padded wall berwarna merah marun, yang merupakan warna khas dari Frank & co.,terinspirasi dari bagian dalam sebuah kotak perhiasan. Jadi, seluruh elemen desain ini berangkat dari detail dan filosofi sebuah perhiasan,” jelas Yuni Jie.
Romansa Seragam yang Elegan
Selain memperkenalkan wajah baru gerai, Frank & co. juga memperkenalkan seragam terbaru bagi para pegawai. Seragam ini hadir dengan potongan yang bersih, lurus, dan sederhana, namun tetap memberikan kesan elegan dan berkelas saat dikenakan.
Seragam tersebut merupakan karya dari tangan kreatif dari desainer Stella Rissa, yang dikenal dengan rancangan berkarakter feminine dan berjiwa modern.
“Emas dan berlian selalu identik dengan keanggunan dan kemewahan. Sebagai bagian dari Frank & co., para pegawainya juga dapat mempresentasikan DNA tersebut melalui busana yang mereka kenakan,” ungkap Stella Rissa.
Menurutnya Stella Rissa, desain sebuah seragam harus mampu mewakili karakter dan nilai perusahaan secara utuh. Seragam yang dimaksud bukan hanya atasan dan bawahan, tetapi juga mencakup tata rias dan keseluruhan tampilan para pegawai, terutama bagi perempuan yang menjadi wajah utama dalam melayani pelanggan.
“Seragam adalah bentuk representasi dari identitas brand. Setiap detail, mulai dari potongan, warna, hingga cara berpakaian harus menggambarkan keanggunan dan profesionalisme yang menjadi DNA Frank & co,.” jelas Stella.
Lukisan “The True Jewels of Life”
Saat memasuki gerai baru Frank & co., para pengunjung akan langsung disambut oleh sebuah lukisan besar di ujung ruangan, tepatnya di area lounge. Karya tersebut berjudul “The True Jewels of Life” hasil goresan tangan Ajeng Martia Saputri.
Lukisan bernuansa merah muda lembut ini memadukan sentuhan feminin, cipratan warna yang ekspresif, dan nuansa romantis mewakili pancaran cinta dan penghargaan terhadap kehidupan.
Dalam wawancara bersama Female Digest, Ajeng mengungkapkan filosofi di balik karyanya
“Sebagai seorang seniman, saya selalu ingin setiap karya yang saya ciptakan bisa menjadi legacy,” ujar Ajeng kepada FemaleDigest.
“Karena itu, karya ini saya persembahkan bukan hanya sebagai sebuah lukisan, tetapi juga sebagai perayaan cinta yang abadidak hanya dipandang sebagai sebuah karya seni, melainkan perayaan dari timeless love itu the timeless love yang menjadi ruh dari Frank & co.,” tambahnya.
(Jurnalis: Yopi Saputra | Redaktur : Hanisah Sukmawati)