Ketika Rasa dan Nilai Didefinisikan oleh Keanggunan
Margocity, Depok — Gelaran Metro Modest Fashion Show 2025 kembali hadir dengan semangat yang lebih kuat dan pesan yang mendalam. Mengusung tema “The Essence of Modesty, The Power of You: Taste Define Your Value”, acara yang digelar di atrium utama Margocity, 11 September 2025 ini menjadi wadah inspiratif bagi perempuan Indonesia untuk mengekspresikan jati dirinya melalui gaya yang santun namun tetap berkarakter.
Acara ini bukan sekadar peragaan busana, melainkan juga perayaan nilai dan rasa, bahwa modesty bukan batasan, melainkan bentuk kekuatan. Lewat busana, setiap perempuan dapat menunjukkan siapa dirinya, tanpa kehilangan esensi keanggunan dan nilai-nilai yang ia yakini.

Empat Narasumber, Empat Perspektif Inspiratif
Dalam sesi talkshow yang menjadi bagian dari acara, hadir empat sosok perempuan inspiratif:
1. Lisa Fitria, Fashion Designer and Vice Chairman Indonesia Fashion Chamber, desainer modest fashion kenamaan yang dikenal dengan karya-karyanya yang mempunyai ciri khas unik, elegan dan berkelas, berbagi pandangan tentang bagaimana modest fashion menjadi ruang ekspresi tanpa kehilangan nilai spiritual dan budaya. Lisa Fitria juga menyuarakan bahwa setiap individu berhak menjadi dirinya sendiri termasuk caranya berpakaian. Selain menjadi tanda kesopanan, fashion seharusnya tidak menjadi pembatas untuk berekspresi.
2. Ayu May Fakih, CEO Kreasi Mode International & Owner Brand Hijaberlin, yang juga merupakan Influencer dan Public Figure yang dikenal karena gaya personalnya yang autentik, mengajak audiens untuk percaya diri menampilkan kepribadian lewat gaya berpakaian yang sesuai dengan jati diri. Dengan Brand Hijaberlin, Ayu sangat mendukung Muslimah dalam menjalankan Umroh, dengan fashion yang sesuai syari’at, namun juga fashionable.
3. Anggi Desthiati, merupakan Owner Brand Satinese, modest stylist sekaligus creative director, membahas pentingnya taste sebagai refleksi nilai dan cara perempuan memandang dirinya. Anggi yang seorang Ibu, menceritakan pengalamannya saat harus berjuang membagi waktu antara pekerjaan fulltime kantoran, dan juga mulai membangun Brand Satinese. Perjalanan yang tidak mudah, namun akhirnya membuat Anggi lebih kuat dan cerdas dalam menentukan langkah, termasuk dalam berbisnis yang dimulai dari nol.
4. Zada Amanda, Fashion Entrepreneur muda pemilik Brand Napocut yang menginspirasi lewat inovasi dan keberanian, menekankan bahwa value bukan diukur dari label atau harga, tetapi dari kejujuran diri dalam berkarya dan berpenampilan. Sebagai Pengusaha, Zada tetap memegang teguh Peran utamanya sebagai Ibu yang harus memikirkan banyak hal, karena harapannya dapat mencetak generasi yang lebih baik dari Orang tuanya.

Lebih dari Sekadar Fashion
Metro Modest Fashion Show 2025 menegaskan bahwa modesty bukan hanya tentang busana panjang dan tertutup — tapi tentang attitude, confidence, dan authenticity. Tema “The Power of You” menjadi pengingat bahwa setiap perempuan punya kekuatan untuk mendefinisikan dirinya sendiri, dan rasa (taste) yang ia miliki adalah cerminan nilai sejatinya.
Rangkaian acara juga diisi dengan fashion parade dari sejumlah brand modest ternama yang menampilkan koleksi terbaru dengan sentuhan modern dan elegan, menegaskan posisi modest fashion sebagai tren global yang terus berkembang. Selain itu, beberapa Pengunjung mendapatkan kesempatan untuk try on atau mencoba beberapa koleksi dari Hijaberlin yang menjadi idola Muslimah terutama yang menjalankan Ibadah Umroh. Koleksi Hijaberlin juga dikenal ramah Ibu menyusui karena menggunakan zipper di bagian depan, dan wudhu friendly.

Perayaan Nilai, Gaya, dan Diri
Metro Modest Fashion Show 2025 bukan hanya panggung untuk busana, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk merayakan keberanian, rasa, dan nilai-nilai yang membentuk mereka. Di tengah gemerlap fashion, esensi dari modesty justru semakin bersinar — sederhana namun berdaya, lembut namun penuh makna.
(Jurnalis: Hani S. | Redaktur : Hanisah Sukmawati)