Di tengah rutinitas yang padat, tuntutan pekerjaan, dan tekanan sosial yang kerap hadir di kehidupan sehari-hari, solo traveling dapat menjadi pilihan ‘me time’ sekaligus membantu perempuan lebih mengenal diri, melatih keberanian, dan menjaga kesehatan mental.
Fenomena solo traveling oleh perempuan juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Future Partners, hampir 40% perempuan tertarik melakukan solo travel di 2025, naik 8% dibanding tahun sebelumnya. Sementara report yang diterbitkan oleh Solo Travel Market menyebutkan bahwa solo travelers perempuan memegang pangsa terbesar dalam industri solo travel global pada 2025. Report yang sama juga menyebutkan bahwa alasan terbesar perempuan melakukan solo traveling adalah mendapatkan kebebasan dan flexibilitas dalam mengatur perjalanan, serta sebagai alasan “melarikan diri dari rutinitas”.
Solo traveling memberikan kesempatan untuk keluar dari rutinitas sehari-hari dan benar-benar mendengarkan diri sendiri, karena semua keputusan ada di tangan sendiri. Dalam artikel yang diterbitkan oleh Unicaf tentang manfaat psikologis bepergian sendirian, solo traveling disebut dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, hingga memberikan ruang untuk self-discovery dan personal growth.
Meskipun demikian, solo traveling tetap membutuhkan persiapan yang matang, terutama untuk perempuan. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk berangkat sendirian.
- Lakukan riset sebaik mungkin
Sebelum berangkat, pastikan kita sudah mencari tahu banyak hal tentang destinasi tujuan. Mulai dari transportasi umum, budaya lokal, area yang aman untuk wisatawan yang traveling sendirian, hingga prediksi kondisi cuaca saat sedang berada di sana. Apalagi jika kita memutuskan untuk traveling ke negara atau daerah dengan bahasa yang tidak kita kuasai sepenuhnya. Cari juga apakah ada aplikasi lokal yang dapat diunduh sebelum berangkat agar membuat perjalanan solo traveling menjadi lebih mudah. Bisa juga menanyakan kepada teman atau kenalan yang pernah melakukan solo traveling ke destinasi yang sama untuk mendapatkan referensi dan gambaran realistis tentang situasi di lapangan.

- Rencanakan pengeluaran dengan hati-hati
Banyak yang mengira solo traveling ini pasti lebih murah karena hanya mengeluarkan biaya untuk diri sendiri. Namun, ketika dihitung lagi, solo travelling bisa jadi lebih mahal karena tidak ada teman untuk berbagi biaya penginapan, transportasi, atau makanan. Karena itu, penting untuk membuat budgeting yang detail sejak awal. Pisahkan anggaran untuk transportasi, akomodasi, makan, tiket wisata, hingga dana darurat. Jika rencana perjalanan sudah disusun, ada baiknya membeli tiket wisata terlebih dahulu melalui situs wisata atau aplikasi yang tersedia. Jangan lupa juga untuk menyiapkan uang cadangan untuk hal-hal yang tidak terduga.
- Pilih Akomodasi yang sesuai
Kenyamanan dan keamanan harus menjadi prioritas utama dalam memilih akomodasi bagi solo traveler perempuan. Kendala terbesar biasanya adalah harga kamar hotel yang jadi lebih tinggi karena tidak ada teman berbagi, sehingga solo traveler seringkali memilih hostel atau penginapan sharing dengan orang asing. Jika ingin berhemat, disarankan untuk memilih hostel khusus perempuan atau penginapan tipe guest house. Jangan lupa untuk memeriksa review yang diberikan pengunjung sebelumnya, serta lokasi dan akses untuk menuju ke sana.
- Informasikan perjalanan kepada keluarga atau kerabat terdekat.
Meskipun tujuan solo travelling adalah me time dan self-care, tapi bukan berarti kita benar-benar menghilang tanpa kabar. Bagikan detail penginapan, jadwal perjalanan, hingga nomor yang bisa dihubungi saat keadaan darurat. Misalnya jika kita pergi hiking, kita bisa meninggalkan nomor penyelenggara tur yang diikuti.
- Nikmati itinerary yang dirancang untuk diri sendiri.
Salah satu keuntungan dari solo traveling adalah kita bisa bebas menentukan perjalanan sesuai dengan apa yang benar-benar disukai. Jadi, jangan lupa bersenang-senang. Ini adalah perjalanan yang dirancang untuk diri sendiri, tidak perlu mengikuti itinerary yang terlalu padat atau destinasi yang sedang viral jika memang bukan tipe liburan yang kita inginkan. Manfaatkan kesempatan ini untuk membuat perjalanan yang terasa lebih personal, sesuai dengan hobi dan minat kita tanpa terbebani ekspektasi untuk menyenangkan orang lain.
Sebenarnya, solo traveling bukan selalu tentang pergi jauh atau mengunjungi tempat yang mahal, tetapi kesempatan untuk belajar menikmati waktu tanpa distraksi. Mungkin jika Anda merasa penat dengan kehidupan sehari-hari, solo traveling bisa jadi pilihan untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang melelahkan.
| Sumber Foto: Canva Pro
(Jurnalis: Ruth Ninajanty | Redaktur : Hanisah Sukmawati)