Para perempuan yang tumbuh dari rumah, dari keluarga, dan dari keinginan sederhana untuk memberikan kehidupan yang lebih baik. Mereka bukan sosok yang selalu berada di depan panggung, tetapi langkah dan perjuangannya punya peran besar dalam perjalanan sebuah keluarga terutama mendukung pasangan dalam mendapatkan penghasilan tambahan yang dilakukan di rumah.
Mereka adalah para Kartini Blue Bird, istri-istri pengemudi Blue Bird yang diberdayakan dalam sebuah program Blue Bird Peduli, Kartini Blue Bird menjadi wadah untuk mengembangkan potensi para istri pengemudi armada transportasi Blue Bird agar mereka mendapatkan keterampilan, hingga menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Berkenalan dengan Kartini Blue Bird
Kartini Blue Bird lahir atas inisiatif dari Noni Sri Aryati Purnomo, Komisaris Utama Blue Bird Group Holding. Menurutnya, memberikan bantuan kepada keluarga pengemudi tidak cukup memberikan dana, maka dari itu pendampingan secara intensif pun harus dilakukan agar menjadi jalan keberlanjutan. Maka lahirlah Kartini Blue Bird.
Hingga sekarang, jumlah anggota Kartini Blue Bird mencapai sekitar 1.100 anggota yang terdiri dari istri dan putri pengemudi Blue Bird mendapatkan ruang untuk bertumbuh bersama, berbagi pengalaman, serta mengasah kemampuan yang dapat mendukung kehidupan keluarga mereka.
Program ini tidak hanya menghadirkan pelatihan keterampilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri perempuan untuk melihat bahwa mereka memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Berbagai pembekalan diberikan, mulai dari tata boga, tata busana, tata rias, hingga pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, parenting, dan strategi memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan bisnis.
Karena pemberdayaan bukan hanya tentang mengajarkan sebuah keterampilan, tetapi juga memberikan bekal agar perempuan mampu mengelola dan mengembangkan kemampuannya menjadi sesuatu yang bernilai.
Mendukung program tersebut, Blue Bird menghadirkan Rumah Produksi Kartini (Kartini Blue Bird Workshop) sebagai ruang belajar sekaligus tempat produksi berbagai karya bagi para anggotanya. Fasilitas ini menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan industri rumahan, khususnya di bidang konveksi dan makanan, sehingga karya mereka memiliki peluang untuk tumbuh lebih besar.
Tidak berhenti pada pelatihan, Kartini Blue Bird juga memberikan dukungan bagi anggota yang ingin mengembangkan usaha melalui program pendanaan dengan skema yang lebih mudah dijangkau. Dukungan ini diberikan melalui pembiayaan dari Blue Bird maupun kolaborasi bersama mitra terpercaya. Menariknya, mekanisme pengembaliannya dilakukan melalui hasil produk yang mereka hasilkan, sehingga para perempuan dapat terus fokus mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Prinsip yang ditanamkan dalam Kartini Blue Bird, diadopsi oleh Noni Sri Aryati Purnomo dari neneknya, yaitu Mutiara Djokosoetono yang gigih mendampingi suaminya untuk memperoleh penghasilan tambahan untuk keluarganya. Saat itu, kakeknya Profesor Djokosoetono seorang pegawai negeri, dan penghasilannya harus didukung dengan kerja tambahan, maka neneknya berjualan telur untuk dijual ke tetangganya. Idealisme tersebut ditularkan kepada para istri pengemudi Blue Bird melalui Kartini Blue Bird.
Kartini Blue Bird Mendukung Acara Satu Dekade Female Digest
Kisah perempuan yang berdaya ini juga menjadi bagian dari perjalanan Female Digest dalam merayakan satu dekade dengan tema “A Decade of Female Digest: Empowering Women Voices”. Dalam acara tersebut, Kartini Blue Bird turut hadir membawa karya para anggotanya melalui sebuah kolaborasi yang penuh makna.

Karya Kartini Blue Bird tersebut berupa pouch eksklusif yang dibuat dalam waktu kurang lebih satu minggu produksinya. Meskipun dibuat dalam waktu singkat, terlihat totalitas karyanya yang dibuat dengan hati. Setiap detailnya menjadi representasi dari kreativitas, ketekunan, dan semangat perempuan untuk menguatkan komitmen karyanya yang bernilai.
Tidak hanya itu, Kartini Blue Bird juga menghadirkan snack premium yang dinikmati oleh para peserta acara. Kehadiran produk tersebut menjadi bukti bahwa karya perempuan memiliki ruang untuk diapresiasi dan dapat menjadi bagian dari pengalaman berharga dalam sebuah acara.
Sebuah pouch bukan sekadar aksesori, begitu pula dengan kudapan yang disajikan bukan hanya makanan biasa. Di baliknya ada cerita tentang perempuan yang belajar, mencoba, dan percaya bahwa kemampuan mereka memiliki nilai.
Kolaborasi antara Kartini Blue Bird dan Female Digest menjadi pengingat bahwa ketika perempuan diberikan ruang untuk berkembang, mereka tidak hanya membawa perubahan bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan dampak bagi keluarga dan komunitas di sekitarnya.
Karena setiap perempuan memiliki cerita. Dan ketika cerita itu mendapatkan ruang untuk didengar, di situlah inspirasi mulai tumbuh.