Banyak perempuan rela bangun lebih pagi demi mengikuti kelas cardio, jogging, atau berjalan kaki agar berat badan tetap ideal. Tidak sedikit pula yang begitu disiplin menjaga asupan kalori. Namun ketika ditanya soal latihan beban, respons yang muncul sering kali sama, yaitu takut tubuh menjadi besar, takut terlihat terlalu berotot, atau merasa latihan tersebut hanya cocok dilakukan di gym.
Padahal, di balik anggapan tersebut ada fakta yang jarang dibahas. Seiring bertambahnya usia, perempuan perlahan kehilangan massa otot. Penurunan ini bahkan dapat mulai terjadi sejak usia 30 tahun apabila tidak diimbangi aktivitas fisik dan asupan protein yang memadai. Dampaknya tidak langsung terasa hari ini, tetapi perlahan dapat memengaruhi metabolisme, kekuatan tubuh, keseimbangan, hingga kualitas hidup ketika memasuki usia lanjut.
Susana, Head of Strategic Marketing Nutrifood menyampaikan pesan utama yang diangkat HiLo melalui HiLo Strong Fest 2026 pada 5 Juli 2026 di Bengkel Space SCBD, menjelaskan bahwa Festival olahraga yang digelar bertepatan dengan World Sarcopenia Day ini tidak sekadar mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga memperkenalkan pentingnya membangun otot sebagai investasi jangka panjang melalui kampanye #NabungOtot. Tahun ini acara hadir di 14 kota dengan lebih dari 8.000 peserta dan menghadirkan kelas Body Combat, Pilates, Barre, Poundfit hingga Hybrid Fitness Race sehingga masyarakat bisa menemukan bentuk latihan yang sesuai dengan gaya hidup mereka.

Pentingnya Nabung Otot
Mengapa otot begitu penting? Menurut dr. Andhika Raspati, Sp.KO, dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, sarcopenia merupakan kondisi berkurangnya massa, kekuatan, dan fungsi otot. Kondisi ini sering tidak disadari karena berlangsung perlahan. Padahal penelitian menunjukkan bahwa individu dengan sarcopenia memiliki kualitas hidup yang lebih rendah, mobilitas yang menurun, lebih mudah lelah, serta berisiko mengalami penurunan fungsi fisik dan kognitif hingga dua kali lipat dibandingkan individu tanpa sarcopenia. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa asupan protein di bawah 1 gram per kilogram berat badan per hari dan aktivitas fisik kurang dari 150 menit per minggu berkaitan dengan meningkatnya risiko kondisi tersebut.
Bagi perempuan, fakta ini menjadi penting karena perubahan hormon, pola hidup yang sibuk, hingga kecenderungan menjalani diet rendah kalori sering membuat kebutuhan protein tidak terpenuhi. Tidak heran apabila tubuh mudah pegal, tenaga cepat habis, atau metabolisme terasa melambat.
dr. Andhika menjelaskan bahwa kebutuhan protein perempuan tidak seharusnya disamaratakan. Acuan yang lebih tepat adalah berat badan. Artinya, perempuan dengan berat badan 50 kilogram tentu memiliki kebutuhan protein yang berbeda dengan perempuan berbobot 70 kilogram, apalagi bila rutin berolahraga. Semakin tinggi aktivitas fisik, semakin besar pula kebutuhan protein untuk membantu proses pemulihan dan pembentukan otot.
Misalnya, perempuan dengan berat badan 55 kilogram setidaknya memerlukan sekitar 55 gram protein per hari sebagai acuan dasar. Kebutuhan tersebut dapat meningkat apabila menjalani latihan kekuatan secara rutin. Telur, ikan, ayam, susu, tempe, tahu, hingga kacang-kacangan merupakan sumber protein yang baik.
Lalu bagaimana bila belum pernah mengangkat beban? dr. Andhika menyarankan agar pemula memulai dari beban paling ringan. Yang terpenting adalah mempelajari teknik yang benar lebih dahulu. Setelah tubuh mulai terbiasa, beban dapat ditingkatkan sedikit demi sedikit. Pendekatan ini dikenal sebagai progressive overload dan merupakan prinsip yang banyak digunakan dalam ilmu olahraga untuk meningkatkan kekuatan secara aman.
Kabar baiknya, manfaat latihan beban jauh melampaui pembentukan otot. Berbagai penelitian menunjukkan resistance training dapat membantu mengontrol tekanan darah, meningkatkan sensitivitas insulin, menjaga kepadatan tulang, memperbaiki metabolisme, mengurangi risiko hipertensi, diabetes tipe 2, hingga membantu mempertahankan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari ketika usia bertambah. Dengan kata lain, latihan beban merupakan investasi kesehatan, bukan sekadar cara membentuk tubuh.
Sayangnya, masih banyak perempuan yang menganggap cardio saja sudah cukup. Padahal cardio dan latihan beban saling melengkapi. Cardio menjaga kesehatan jantung, sedangkan latihan kekuatan mempertahankan massa otot. Keduanya bekerja bersama untuk menjaga tubuh tetap sehat.
HiLo Clear Water Protein Peach
Untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan protein harian, HiLo memperkenalkan HiLo Clear Water Protein Peach. Produk ini menawarkan konsep berbeda dari minuman protein pada umumnya. Teksturnya ringan, bebas laktosa, diperkaya protein, kalsium, vitamin, dan mineral, dengan rasa peach yang menyegarkan. Karakter ini membuatnya terasa lebih mudah dinikmati setelah berolahraga maupun di sela aktivitas padat, terutama bagi mereka yang kurang menyukai susu dengan tekstur kental.
Kehadiran HiLo Clear Water Protein Peach melengkapi rangkaian produk HiLo yang selama ini hadir untuk berbagai kelompok usia. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa memenuhi kebutuhan protein kini dapat dilakukan dengan cara yang lebih praktis tanpa mengorbankan cita rasa.
Komitmen HiLo juga tidak berhenti pada produk. Melalui HiLo Strong Fest, perusahaan membangun ekosistem hidup sehat melalui edukasi tenaga kesehatan, pelatihan guru pendidikan jasmani, kolaborasi dengan komunitas olahraga, hingga pendampingan nutrisi bagi atlet. Tujuannya sederhana, membuat masyarakat memahami bahwa menjaga otot sama pentingnya dengan menjaga kesehatan jantung ataupun tulang.
Bagi Sobat FemaleDigest, pesan ini menjadi pengingat bahwa definisi tubuh sehat tidak hanya diukur dari angka timbangan. Tubuh yang kuat adalah tubuh yang mampu menemani kita bekerja, mengurus keluarga, mengejar mimpi, hingga menikmati masa tua dengan tetap mandiri.
Mulailah dari langkah sederhana. Tambahkan latihan beban dua sampai tiga kali seminggu. Pilih dumbbell ringan atau resistance band bila baru memulai. Penuhi kebutuhan protein sesuai berat badan, tidur yang cukup, dan lakukan secara konsisten. Tidak perlu mengejar tubuh atlet dalam waktu singkat. Karena pada akhirnya, #NabungOtot bukan tentang memiliki lengan yang besar atau tubuh yang kekar. Ini adalah tentang menabung kemampuan tubuh agar tetap kuat bergerak, aktif, dan sehat sepanjang hidup. Dan investasi terbaik itu bisa dimulai hari ini.