Sudah dilaksanakan lebih dari dua dekade, Java Jazz Festival hadir sebagai festival jazz terbesar di Indonesia dan dikenal sebagai jembatan antara musisi kelas dunia dan talenta terbaik Tanah Air. Di edisi ke-21 ini, festival yang berlangsung 29–31 Mei 2026 ini menempati venue yang lebih luas dan lebih modern, yaitu Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2.
Hari kedua My BCA Java Jazz Festival 2026 yang jatuh pada sabtu malam, terasa seperti perayaan kekuatan suara perempuan di atas panggung. Di tengah padatnya line-up yang menghadirkan musisi dari berbagai negara dan genre, perhatian banyak penonton tertuju pada penampilan para musisi perempuan yang menawarkan pengalaman berbeda.
Dengan jumlah penonton yang relatif lebih banyak dari hari sebelumnya, Penonton dapat menikmati penampilan band legendaris Potret yang membuka sore hari dengan lagu-lagu ikonik mereka, serta wave to earth, band indie pop Korea asal Seoul, yang tampil sebagai Special Show di Teh Botol Sosro Hall. Di panggung BYD, Soul Connection yang menampilkan Marion Meadows, Althea Rene, dan Brian Simpson dari Amerika Serikat menghadirkan smooth jazz kelas dunia. Perayaan hari kedua ditutup meriah, salah satunya oleh Diskoria Live Jazz Set bersama Andien, Harvey Malaihollo, Neida, Morad, dan Nikita Dompas.

Lisa Simone: Meneruskan Warisan Sang Legenda
Rasanya sulit berbicara Jazz jika tidak menyebutkan Nina Simone. My BCA Java Jazz Festival 2026 menghadirkan putri sang legenda, Lisa Simone, berkolaborasi dengan Harbourside Jazz asal Australia. Membawakan lagu-lagu tribute untuk sang ibunda, Lisa membuka penampilan dengan Keeper of the Flame, Fine and Mellow, serta The Guy from Joe’s. Di atas panggung, Lisa membawakan lagu-lagu tersebut dengan gayanya sendiri.
Penyanyi yang dikenal juga akan penampilannya di Broadway ini menyebutkan bahwa pada awalnya dia ingin menyanyikan musiknya sendiri. Namun, setelah mendengarkan lagu-lagu milik ibunya, Lisa menyebutkan dia punya cukup materi untuk album barunya. Meskipun menurut Lisa, hanya ada satu Nina Simone dan dia tidak berusaha menjadi ibunya, dia menikmati waktu ini untuk memberikan penghormatan kepada sang ibu. Dia mengajak para penonton untuk merasakan bagaimana warisan Nina Simone tetap hidup hingga kini.
Lagu-lagu berikutnya, seperti Go to Hell, membawa sesi lebih interaktif dengan penonton. Lagu Do I Move You, di mana Lisa meminta kipas dari road managernya, tapi mendapatkan kipas terlebih dahulu dari penonton yang membawanya. Suasana lebih hangat dan akrab hadir di beberapa lagu terakhir seperti My Baby Just Cares About Me, Work Song dan Feeling Good, yang dinyanyikan penonton dengan antusias. Pertunjukan di Hall BYD ini ditutup dengan standing applause untuk kolaborasi Lisa Simone dan Harbourside Jazz.
Ella Mai Special Show: R&B Queen Malam Kedua
Pukul 19.45 WIB, panggung Hall MyBCA menjadi milik Ella Mai, penyanyi R&B asal Inggris yang memegang GRAMMY Award untuk Best R&B Song. Malam itu, Ella membawakan 15 lagu termasuk single fenomenalnya, Trip dan DFMU. Pertunjukkan special show yang dipadati penonton ini penuh interaksi dan momen di mana Ella mengajak penonton bernyanyi bersama-sama. Tiga lagu penutup yang dibawakannya, yaitu First Day, Might Just dan 100, berasal dari album terbarunya, “Do You Still Love Me?” yang dirilis pada bulan Februari 2026.

Para Musisi Wanita Indonesia, dari Andien hingga Dira Sugandi
Hari kedua My BCA Java Jazz Festival 2026 juga menjadi panggung yang menunjukkan betapa kuat, beragam, dan memikatnya warna musik dari musisi perempuan Indonesia. Dari penghormatan terhadap legenda musik nasional, eksplorasi genre yang berani, hingga perayaan perjalanan karier yang penuh makna. Tiga penampilan ini berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang hadir di NICE pada malam minggu.
Panggung Hall MyBCA menghadirkan salah satu momen paling menyentuh melalui Tribute to Erros Djarot with Dwiki Dharmawan & Friends. Dira Sugandi dan Monita Tahalea, tampil bersama Once Mekel, Andre Hehanusa, dan Balawan membawakan lagu-lagu klasik karya Erros Djarot dalam aransemen yang segar. Penampilan mereka sukses memperkenalkan kembali karya-karya Erros kepada generasi baru,dan juga menjadi pengingat akan besarnya kontribusi sang maestro bagi perjalanan musik Indonesia.
Malam harinya, Andien kembali tampil untuk ke-21 kalinya secara berturut-turut di edisi ke-21 festival ini, dengan pertunjukan yang terasa personal sekaligus penuh perayaan. Selain mengajak penonton bernostalgia, Andien juga mengumumkan album terbarunya yang akan dirilis pada Juni 2026 mendatang, dan memperkenalkan lagu baru berjudul Manusia Favorit. Menutup hari kedua Java Jazz Festival di Hall Teh Botol Sosro Live, Ziva Magnolya, yang lebih dikenal dengan lagu-lagu pop emosional, membawakan sederetan lagu dengan aransemen Jazz. Penampilannya yang membawakan lagu legendaris Spain, dengan interpretasinya sendiri, mendapat respons meriah dari penonton.
Hari kedua Java Jazz Festival 2026 terasa seperti selebrasi atas keberanian, konsistensi, dan kemampuan musisi perempuan dalam menghadirkan pengalaman musikal yang berbeda-beda tapi sama-sama berkesan.
| Sumber Foto: Doc. Female Digest
(Jurnalis: Ruth Ninajanty | Redaktur : Hanisah Sukmawati)