Di balik gaya hidup yang terlihat normal bagi anak muda, seperti misalnya suka mencoba dessert viral, begadang, atau jarang olahraga, ternyata tersembunyi risiko besar yang sering diabaikan yaitu Diabetes.
Pada Puncak kegiatan Beat Diabetes 2026 yang diadakan di MNC Tower pada tanggal 12 April 2026, seorang influencer yang juga pejuang remisi diabetes, Lilla Syifa, berbagi kisahnya yang sempat dirawat koma 12 hari di usia 29 tahun karena diabetes. Sebagaimana layaknya anak muda jaman sekarang, Syifa mengaku dirinya adalah seorang “sweet tooth” sejati. “Awalnya karena saya suka dessert, suka banget nyobain makanan viral. Namanya juga anak muda, suka cobain semuanya. Saya dulu sweet tooth banget, suka begadang, lalu karena begadang jadi pengen ngemil,” ceritanya di sesi talkshow. “Karena sibuk pekerjaan, saya juga jadi jarang olahraga. Kalaupun olahraga hanya ringan-ringan saja.”
Pada saat itu, semua terasa biasa saja, hingga tubuhnya mulai memberi sinyal. Syifa mengalami gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, dan kram kaki yang tidak biasa. Saat diperiksa, kadar gula darahnya melonjak hingga 356 mg/dL, jauh di atas batas normal. “Habis itu saya drop, masuk UGD dan langsung kehilangan kesadaran,” lanjutnya.
“Setelah bangun, saya jadi merasa kalau hidup tuh seberharga itu. Saya tidak punya riwayat keturunan diabetes, jadi ini terjadi karena pola hidup yang buruk. Saya harus menjaga pola hidup agar bisa menjadi orang sehat dan hidup normal,” ujarnya mengakhiri cerita. Yang menarik adalah fakta Syifa tidak memiliki riwayat keluarga dengan diabetes. Kisah Syifa membuktikan bahwa gaya hidup memiliki peran besar dalam memicu diabetes tipe 2, jenis yang paling umum terjadi dan sangat dipengaruhi oleh pola makan serta aktivitas sehari-hari. Terutama pada mereka yang berusia masih muda.

Seperti apa pola makan yang sehat?
Salah satu langkah paling sederhana adalah memperhatikan pola makan, terutama sarapan. Sarapan bukan hanya sekadar “mengisi perut”, tetapi menentukan kestabilan energi dan gula darah sepanjang hari.
dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM, MARS, Dip.SN, FINASIM, FRSPH, IDF-F, Founder Komunitas Sobat Diabet, menekankan pentingnya porsi piring seimbang dan mengurangi asupan karbohidrat pada sarapan. Menurutnya, komposisi ideal terdiri dari setengah porsi sayur, seperempat protein, dan seperempat karbohidrat kompleks. Pastikan bahwa mikronutrien penting seperti Chromium dan Biotin ada di dalam porsi makanan kita. Syifa pun mengakui bahwa “kalau sarapan saya tepat, gula darah jadi terkontrol dan nggak craving manis setelahnya.”
Namun, menjalani gaya hidup sehat pun, bukanlah hal yang mudah dilakukan. Apalagi jika selama ini hidup kita sudah berjalan sedemikian rupa. dr. Rudy menyarankan mereka yang mau hidup sehat, maupun yang sedang berjuang dalam remisi diabetes untuk mengubahnya secara bertahap. Di sinilah peran Tropicana Slim Diabtx Milk, yang hari itu juga diperkenalkan, menjadi penting. Tropicana Slim Diabtx Milk adalah produk susu yang nutrisinya lengkap, bisa bantu mendampingi sarapan, tapi bisa bantu mereka kenyang lebih lama. Lalu saat dikonsumsi juga lonjakan gula darahnya tidak meningkat.

Diabetes dan Usia Muda
Banyak yang berpikir bahwa diabetes hanya menyerang mereka yang sudah berusia lanjut, padahal kenyataannya, usia bukan lagi satu-satunya faktor risiko. Padahal peningkatan konsumsi gula, kurangnya aktivitas fisik, dan pola hidup sedentari menjadi penyebab utama meningkatnya kasus diabetes di usia produktif.
dr. Rudy meyakinkan bahwa hal ini dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup. “Dilihat dari pola makan, olahraga, istirahat, dan kebiasaan-kebiasaan lain seperti merokok. Untuk pola makanan harus tetap sehat dengan porsi yang berimbang. Sementara untuk olahraga, yang disarankan adalah latihan beban, karena pembentukan otot yang baik adalah kunci untuk pembakaran gula yang lebih optimal. Otot yang optimal akan membuat badan kita dapat memetabolisme gula dengan lebih baik.”
Sebagai generasi yang aktif di usia produktif, olahraga yang disarankan adalah 150 menit per minggu dengan komposisi 5 kali, di mana 2 di antaranya adalah latihan beban.
Melalui kampanye Beat Diabetes 2026, dengan tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”, kita semua diingatkan bahwa menjaga gaya hidup bukan soal menjadi sempurna, tapi soal membuat pilihan yang lebih baik setiap hari. Di tengah kehidupan yang aktif dan dinamis, langkah kecil seperti memperhatikan asupan saat sarapan, mengurangi konsumsi gula, dan mulai rutin bergerak bisa membawa dampak besar bagi kesehatan pada jangka panjang.
(Jurnalis: Ruth Ninajanty | Redaktur : Hanisah Sukmawati)