Raih Remisi Diabetes Melalui Program Beat Diabetes 2026

Apa yang tersirat jika mendengar kata “diabetes?” tentu top of mind nya adalah “penyakit gula”, bukan? Kesimpulan tersebut kurang tepat karena diabetes bukan penyakit yang disebabkan terlalu banyak makan gula, namun pengatur kadar gula dalam tubuh yang tidak berfungsi dengan baik disebabkan oleh gaya hidup, lemak tubuh yang berlebihan, hormon, serta genetik. Penjelasan ini disampaikan oleh dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD., M.M., MARS., Dip.SN., FINASIM, FRSPH, IDF-F yang juga merupakan Founder Sobat Diabet.

Penjelasan dr. Rudy memancing diskusi yang hidup dari peserta yang hadir di MNC Tower pada tanggal 12 April 2026 dalam kegiatan kampanye tahunan Tropicana Slim melalui Program Beat Diabetes 2026 bertepatan dengan moment Hari Kesehatan Dunia. Acara ini serentak dilaksanakan di 35 kota di Indonesia dengan tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”.

Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim, mengatakan “Kampanye Beat Diabetes adalah komitmen Tropicana Slim untuk mengedukasi masyarakat terkait penyakit diabetes khususnya diabetes tipe 2 yang berkaitan langsung dengan pola gaya hidup sehari-hari. Diharapkan masyarakat luas yang sudah terpapar penyakit ini dapat melakukan pengelolaan gaya hidup yang tepat dengan konsisten hingga mencapai gula dalam batas normal.”

Noviana juga menyatakan bahwa program edukasi berkelanjutan telah dilaksanakan oleh Tropicana Slim sejak 2013, melibatkan masyarakat umum dan komunitas. Menurutnya, program edukasi tersebut adalah bagian dari pendampingan sekaligus merangkul masyarakat dengan diabetes, agar tidak menyerah dan berhenti melakukan upaya hidup lebih sehat dengan memberikan panduan serta informasi yang mudah dipahami melalui program talkshow dengan para pakar.

Diabetes sebenarnya apa?

Menurut dr. Rudy, diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang terjadi saat tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau insulin tidak dapat digunakan dengan efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula dalam darah.

“Jadi, insulin pengatur kadar gula sangat berperan terhadap terjadinya diabetes, oleh karena itu faktor-faktor penyebab tidak berfungsinya insulin harus benar-benar diperhatikan dan dijaga dengan baik.” Kata dr.Rudy.

“Resistensi insulin terjadi dalam waktu yang panjang, bahkan bisa terjadi dalam rentang sepuluh tahun di masa gejala diabetes awal belum terdeteksi.” Tambahnya.

 Lebih lengkapnya, dr. Rudy juga menjelaskan tiga jenis diabetes sebagai berikut:

1. Diabetes Tipe 1

Disebabkan oleh gangguan autoimun, yang mana imun tubuh menyerang sel penghasil insulin sehingga insulin yang seharusnya menjadi pengatur kadar gula darah, tidak berfungsi dengan baik. Diabetes tipe 1 biasanya muncul sejak usia anak dan remaja.

2. Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 ini adalah yang paling umum terjadi, faktornya adalah gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tidak teratur, kurang aktivitas fisik yang menimbulkan penumpukan lemak pada tubuh, berat badan berlebihan, glukosa tidak digunakan karena pola hidup sedentari.

3. Diabetes Gestasional

Biasanya terjadi pada ibu hamil. Hal ini bisa terjadi karena selama kehamilan, plasenta menghasilkan hormon yang membantu pertumbuhan bayi. Kondisi tersebut pada sebagian tubuh ibu hamil membuat tubuh ibu lebih resisten terhadap insulin. Tubuh ibu yang tidak mampu mengimbangi produksi insulin lebih banyak, rentan terjadi diabetes gestasional.

Bagaimana supaya remisi diabetes berhasil?

dr. Rudy menjelaskan bahwa remisi diabetes dapat dicapai jika ada perubahan pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, penurunan berat badan hingga mencapai berat ideal, hingga memeriksakan kesehatan secara rutin. juga menekankan pentingnya pendekatan nutrisi yang menyeluruh bagi diabetesi.

“Pola makan seimbang dengan porsi terkontrol sangat penting. Asupan serat membantu menurunkan lonjakan gula darah , sementara bahan alami seperti Habbatussauda terbukti membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2. Mikronutrisi, seperti Chromium dan Biotin, dapat mendukung kontrol glikemik serta meningkatkan efektivitas obat diabetes. Selain itu, asupan protein perlu dicukupi untuk menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga kalori tetap terkendali dan penurunan berat badan dapat tercapai untuk mendukung remisi,” jelas dr. Rudy.  

Pentingnya sarapan pagi

Lilla Syifa, seorang pejuang remisi diabetes dalam kesempatan yang sama membagikan pengalamannya. Kebiasaan sarapan pagi dengan nutrisi yang tepat, dapat membantunya dalam menghindari godaan untuk ngemil berlebihan di siang hari, terutama untuk makanan yang manis-manis. Menurutnya, rasa lapar akibat tidak sarapan pagi, membuat tubuh cepat lapar dan mempunyai keinginan kuat untuk makan makanan manis dalam jumlah banyak.

“Jadi, sarapan dengan asupan bernutrisi dapat membantu menahan godaan makan berlebihan, dan kadar gula pun terkontrol dengan baik.” Pungkas Lilla.

Tropicana Slim Diabtx Milk

Menjawab kebutuhan nutrisi untuk membantu agar rasa kenyang lebih lama dan menekan lonjakan kadar gula darah, Tropicana Slim meluncurkan inovasi terbarunya, yaitu  Tropicana Slim Diabtx Milk dengan kandungan protein tinggi (9g) dan serat multifiber. Dilengkapi Habbatussauda, Chromium 100% AKG, Omega-3, serta tanpa tambahan gula pasir dan rendah lemak.

Kemeriahan Beat Diabetes 2026

Peserta acara Beat Diabetes 2026 yang terdiri dari masyarakat umum dan komunitas kesehatan, selain mengikuti talkshow inspiratif diabetes bersama pakar, juga mengikuti wellness session melalui senam kebajikan Lien Tien Kung, cek kesehatan gratis, dan healthy refreshment & product experience.